Bupati Luwu,  Andi Mudzakkar.

Cakka Lawan Surat Edaran Kemenag

Bupati Luwu,  Andi Mudzakkar.

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar.

Luwu-Surat edaran Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dengan nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08.2018 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid dan musalla, mendapat perlawanan dari Bupati Luwu,  Andi Mudzakkar.

Putra bungsu pejuang Islam,  Abdul Kahar Mudzakkar ini secara tegas menolak surat edaran tersebut.

Penolakan tersebut disampaikan Mudzakkar saat meresmikan Masjid Al Barkah Hidayat di Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Luwu, Jumat (31/8/)

“Saya yang bertanggungjawab. Saya minta masyarakat jangan terbebani dengan surat ederan yang ada untuk mengurangi volume radio masjid di waktu salawat, jangan! Ini harus kita lawan,” tegas Cakka, sapaan akrab Mudzakkar.

Olehnya itu, Cakka mengimbau umat muslim agar tetap pada aktivitas seperti biasanya sebagaimana yang telah berjalan selama ini.

“Dan apabila terjadi sesuatu pada masyarakat atau pengurus masjid, saya imbau, agar perintah melawan ini atas suruhan saya.  Toh selama ini tidak ada yang terjadi hanya gara-gara suara masjid. Masa, volume adzan mau diatur-atur. Kalau terjadi sesuatu karena surat edaran inj, bilang pak Bupati. Nanti saya yang dipanggil, jangan masyarakat,” tandasnya.

Surat edaran Kementerian Agama RI itu berisi tuntunan hanya memperbolehkan menggunakan pengeras suara di luar 15 menit sebelum waktu salat subuh dan salat Jumat. Dan lima menit sebelum waktu salat duhur, ashar dan maghrib serta pada saat azan.

Untuk waktu salat, khutbah, kuliah, dan doa hanya diperbolehkan menggunakan pengeras suara ke dalam. (@)

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *