aparat desa

Cakka : Amburadul, Masyarakat tidak Percaya

Luwu, SulSel–Salah satu permasalahan yang umumnya dijumpai di lingkungan pedesaan adalah munculnya rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat desa, akibat pengelolaan keuangan yang amburadul dan terkesan tidak transparan.

Demikian dikatakan Bupati Luwu, HA Mudzakkar pada Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa yang dilaksanakan di Wisma Subur Belopa, kemarin.

Mudzakkar mengatakan, pengelolaan keuangan desa yang amburadul dan tidak transparan umumnya pula sering terjadi karena hanya melibatkan satu pihak saja. “Banyak yang terjadi perencanaan pengelolaan keuangan desa hanya dilakukan antara kepala desa, sekretaris dan bendaharanya saja tanpa melibatkan unsur lain seperti badan pertimbangan desa. Yang parahnya kalau sekretaris dan bendaharanya itu ada ikatan keluarga dengan pak desa. Mau tidak mau, mereka ini patuh dan tunduk pada apa yang dikatakan pak desa. Ada juga pak desa yang merangkap sekretaris sekaligus bendahara. Tidak ada kewenangan yang diberikan pada aparatnya,” ungkap Mudzakkar.

Mudzakkar yang akrab disapa Cakka juga mengungkapkan, bahwa untuk menghindari hal demikian, ia mengusulkan kepada Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMD) seyogianya melakukan mutasi, khususnya pada jabatan sekretaris. “Kalau bisa ini kita lakukan dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tapi jangan mutasi sekretaris yang telah mampu bekerjasama dengan pak desa dalam arti positif, termasuk dalam pengelolaan keuangan desa,” kata Mudzakkar.

Kepada BPMD Cakka juga mewanti-wanti agar pihak BPMD jangan pernah membuatkan laporan keuangan desa. “Ini saya katakan karena berdasarkan laporan keuangan desa yang saya lihat, saya menjumpai adanya laporan yang isinya sama. Ini menandakan bahwa laporan desa-desa  itu hanya dibuat oleh satu orang saja. Tolong BPMD jangan sekali-kali menyentuh kertas laporan keuangan desa. Tapi berilah mereka pemahaman, petunjuk dan arahan dalam pembuatan laporannya. Kepada para peserta pelatihan, saya harapkan untuk menyimak baik-baik materi yang akan diberikan,” tegas Cakka.

Pelatihan yang akan berlangsung sejak 25 Juni hingga 8 Juli mendatang itu, diikuti oleh para pengelola keuangan desa dan menghadirkan sejumlah pemateri dari pejabat Pemda Kabupaten Luwu. (**)

 

5 Komentar

  1. HAJIR AKIB says:

    UFDATE TERUS BERITA NYA BOS. HIDUP LUWU.

  2. Chiko Banderas Van Ulthonk says:

    Salam’ Wija To Luwu “

  3. mms party says:

    di keuangan desa itu ga ada masalah uang APBD untuk tiap desa pasti ada hanya di salahgunakan oleh kepala desa untuk di bagi kepada anggotanya sebagai sogokan yang jelas kalo misalnya uang itu g di pakai sebagai sogokan pasti sudah ada pembangunan di setiap desa
    sya tau kok orang bapak saya kepala desa….
    semua kelicikan politik di kabupaten luwu

  4. agung jaya says:

    luwu sdh kehilangan jati diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *