Ketua KPU Luwu,  Abd Tayyib WR tampil sebagai narasumber sosialisasi Pemilu 2018.

Bakesbangpol-KPU Sosialisasi Pemilu 2018

Ketua KPU Luwu,  Abd Tayyib WR tampil sebagai narasumber sosialisasi Pemilu 2018.

Ketua KPU Luwu, Abd Thayyib WR tampil sebagai narasumber sosialisasi Pemilu 2018.

Luwu,  SulSel — Memasuki tahapan pilkada tahun 2017, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Luwu bersama Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Politik dalam Negeri Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) menggelar Sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Rabu (25/10).

Sosialisasi yang digelar di Ruang Refresentatif Sekda Luwu ini,  dibuka secara resmi  Asisten I bidang Administrasi Pemerintahan Kabupaten Luwu, H A Musakkir.

Kepala Bakesbangpol, H Alim Bahry menjelaskan, diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pelaksanaan Pemilu Tahun 2018 dan tahapan-tahapannya.

“Jadi intinya adalah sosialisasi tahapan-tahapan dalam Pemilu 2018,” kata Alim Bachry.

Senada dikatakan salah seorang narasumber yang merupakan perwakilan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Drs Andi Muhammad Yusuf . Andi secara singkat menjelaskan berbagai tahapan pilkada.

“Perlu kita ketahui bahwa pemilu punya empat fungsi.  pertama, sarana membangun legitimasi. Kedua, sarana penguatan dan sirkulasi elit secara periodik. Ketiga, sarana menyediakan perwakikan dan keempat adalah sarana pendidikan politik,” kata Andi.
Sementara itu, Ketua KPU Luwu, Abd Thayyib WR yang juga menjadi narasumber membeberkan beberapa tahapan dan langkah yang sudah dilaksanakan dalam menghadapi pilkada 2018 mendatang.

“Sudah ada 18 partai politik yang menyerahkan verifikasi untuk peserta pemilihan umum. Ada 6 parpol baru yang mendaftar. Selain itu KPU Luwu juga telah menerapkan aplikasi Sistem Politik (Sipol) untuk memverivikasi keanggotaan parpol secara faktual. Aplikasi Sipol ini dapat menemukan Keanggotaan ganda dan bisa mendeteksi apakah keanggotaannya berasal dari unsur TNI/Polri atau PNS aktif,” jelas Thayyib

Tahyyib pula  menyampaikan, salah satu masalah krusial dalam Pemilu yakni masalah DPT.  “Masih ada sekitar 30 ribu orang yang belum melakukan perekaman E-KTP. Namun hal ini sudah diantisipasi oleh Dukcapil Luwu dengan secara aktif  menjemput bola dalam perekaman E-KTP. (@)

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *