ektp

Intip Bupati Luwu Jalani Proses e-KTP

Grogi. Raut wajah Bupati Luwu, HA Mudzakkar  rupanya tak jauh beda dengan masyarakat yang tengah duduk menjalani proses perekaman data elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP). Ya, hari ini, Jumat , di Kantor Kecamatan Belopa, giliran Mudzakkar melakoni ‘ritual’ yang dimulai pelaksanaannya tahun 2012 sebagai syarat pengakuan negara sebagai warga negara Indonesia.

Ia pun menunggu.  Berdiri di depan pintu beberapa saat, sebelum Kepala  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu, Aras Nursalam mempersilahkannya masuk dan duduk di kursi plastik.  Di hadapan Mudzakkar, dua kamera digital berdiri tegak. Di belakangnya sebuah kain berwarna biru menjadi latar pemotretan sesuai tahun kelahiran bupati, 1964. Digit genap berarti warna biru dan merah bagi mereka yang punya angka ganjil pada tahun kelahirannya. Begitulah aturannya.

Sebelum pemotretan, Mudzakkar melepas kopiah hitam yang dikenakannya. “Harus buka topi dong,” kata Mudzakkar singkat. Ia pun dalam posisi siap menanti bidikan kamera yang kali ini tanpa disentuh. Kamera itu secara otomatis mengambil gambar wajah yang ada di depannya sesuai kendali operator e-KTP.

“Foto yang mana dipilih opu ? Begitu kata operator,” lalu Mudzakkar menjawab, “Mana yang bagus, itulah yang jadi”.

Proses rupanya belum berhenti. Alat iris mata siap untuk dilekatkan pada mata bupati. Tidak butuh waktu lama, hasilnya sudah bisa dilihat pada monitor komputer. Setelah itu pengambilan sidik jari. Kesepuluh jari bupati dilekatkan pada alat perekam sidik jari yang dipandu seorang operator.

Dari literatur yang mengulas perangkat e-KTP menyebutkan, sistim sidik jari ini lebih canggih dari yang selama ini digunakan dalam pengambilan sidik jari untuk pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam format gambar jpeg seperti pada SIM, melainkan juga dapat dikenali  melalui chip yang terpasang di kartu.

Pula sidik jari yang direkam e-KTP, adalah seluruh jari, namun yang dimasukkan datanya pada chip hanyalah dua jari saja, jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi e-KTP karena biayanya murah dibanding biometrik lain. Bukan hanya itu, bentuknya dapat dijaga, tidak berubah walaupun kulit tergores. Dan uniknya, sidik jari manusia tidak ada yang sama, meskipun orang kembar.

Hanya berlangsung sekitar 15 menit saja. Semua ritual itu telah dijalani Mudzakkar. Ia pun bergegas keluar ruangan. Bercengkrama dengan masyarakatnya dari berbagai kelurahan dan desa yang ada di Kecamatan Belopa, sebelum bertolak melaksanakan shalat Jumat. (**)

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *