Pemukulan gong dilakukan Wagub SulSel, H Agus Arifin Numang menandai dibukanya Acara Musyawarah Tudang Sipulung.

Wagub Protes Impor Beras

Luwu,SulSel–Wakil Gubernur Sulawesi Selatan,  H Agus Arifin Nu’mang, protes kebijakan pemerintah pusat yang hingga kini masih melakukan impor beras. Hal ini diungkapkan Agus saat menghadiri Musyawarah Tudang Sipulung Sektor Peralihan 7 kabupaten/kota di Kabupaten Luwu, hari ini di Lapangan Andi Djemma Belopa.

Menurut Agus, di satu sisi pemerintah menganjurkan untuk terus melakukan diversifikasi pangan, sementara di sisi lain, impor beras juga terus dilakukan. “Kan aneh, kita disuruh untuk diversifikasi pangan, kok impor juga tetap jalan,” kata Agus.

Lanjut dikatakan Agus, di Sulawesi Selatan surplus beras 2 juta ton yang diprogramkan Gubernur Sulawesi Selatan, jika mampu diimbangi dengan pangan lokal lain dalam hal konsumsi masyarakat, akan mampu menghemat sekitar 300 ton lebih. “Kan banyak pangan lokal yang bisa dikonsumsi. Apalagi di Luwu ini ada kapurung. Kita sudah hitung-hitung, kalau sumber pangan lokal lain ini, selain beras mampu kita kondisiskan pemanfaatannya, maka kita mampu menghemat 300 ton lebih persedian beras,” terang Agus.

Sementara itu, Bupati Luwu HA Mudzakkar, dalam sambutannya mengatakan, produksi pertanian khususnya tanaman padi dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup drastis. “Dulu kita hanya mampu menghasilkan 3 sampai 5 ton per hektar saja. Sekarang ini sudah mampu mencapai 7 ton per hektar,” kata Mudzakkar.

Namun demikian, lanjut Mudzakkar, sebaik apapun kondisi tanah, iklim dan lain sebagainya,  jika tidak dibarengi dengan sarana dan prasarana pertanian yang memadai pula, maka produksi pertanian juga tidak akan mengalami peningkatan.

“Olehnya itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Sulawesi Selatan yang terus memberikan perhatiannya kepada kami, salah satunya melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian selain dari apa yang telah kami upayakan juga sebagai pemerintah daerah. Saat ini kami kembali membangun dua jaringan irigasi. Yang pertama, kelanjutan dari perbaikan irigasi Bendung To Mattope dan pembangunan jaringan irigasi Battang dan sekitarnya, termasuk irigasi yang ada di Walmas,” katanya.

Dalam Tudang Sipulung ini, Mudzakkar juga mengungkapkan tentang salah satu penyebab rusaknya tanaman pangan selain faktor alam. Menurutnya, perilaku manusia juga turut andil di dalamnya. “Saya sepakat dengan apa yang diungkapkan pihak BMKG dan pakar hama. Tapi ada yang kita lupakan yakni perilaku  manusia, yang juga turut merusak produksi pertanian. Ya, sebagai pemimpin selayaknya kita mengoreksi diri kalau di tempat kita memimpin ada kerusakan tanaman pertanian. Baik yang memimpin di desa, kecamatan bahkan kabupaten sekalipun,” terangnya.

Kedatangan Agus Arifin Numang di Luwu didampingi sejumlah pejabat Propinsi Sulawesi Selatan dan perwakilan  pejabat  kabupaten di Luwu Raya, di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Peternakan Sul-Sel, Ir Luppi Halide, Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Abdul Muthalib dan Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani.

Sebanyak 1000 orang peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari para kelompok tani, mantri tani dan pakar hama. (**)

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *