irigasi-300x200

Lagi Dua Mega Proyek Irigasi Hadir di Luwu

Luwu,SulSel–Setelah sukses membangun Bendung To Mattope, Pemerintah Kabupaten Luwu kembali menghadirkan dua mega proyek irigasi. Kedua proyek tersebut yakni pengembangan daerah irigasi Bajo dan Pembangunan Bendung Suplesi Battang dan jaringannya.

Dalam penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) Pelaksanaan Pekerjaan Paket DISIMP-II (JICA-JBIC IP-547) yang dilakukan hari ini di ruang Pola Andi Kambo terungkap, total anggaran yang dibutuhkan dalam 2 proyek tersebut sebesar Rp 47 Milyar. Untuk paket 18-A pengembangan daerah irigasi Bajo menelan anggaran sebesar Rp 31 Milyar. Sementara untuk paket 16-A Pembangunan Bendung Suplesi Battang dan jaringannya sebesar Rp16 Milyar, yang keduanya bersumber dari APBN .

Kepala Balai Besar DAS Jenneberang, Ir Agus Setiawan mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun, Kabupaten Luwu mampu menghadirkan sejumlah proyek pembangunan irigasi. Dan, sebahagian besar termasuk dalam kategori mega proyek. “Hal ini tidak terlepas dari upaya Bupati Luwu bekerja demi masyarakatnya khususnya dalam pengembangan sektor pertanian,” ungkap Agus.

Menurut Agus, jika ditotal secara keseluruhan maka irigasi yang terbangun di Luwu sudah mencapai angka Rp 99 Milyar lebih. “Ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan pemerintah Kabupaten Luwu, masyarakat mampu memelihara demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” terang Agus.

Sementara itu, Bupati Luwu Mudzakkar dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih kepada Balai Besar DAS Jenneberang atas kerjasamanya dalam pengembangan pembangunan pertanian, khususnya dalam hal irigasi. “Saya sangat berterima kasih. Saya ini juga tidak ada apa-apanya, jika tanpa bantuan dari pihak Balai Besar DAS Jenneberang,” kata Mudzakkar.

Diungkapkan Mudzakkar, kurun waktu tiga tahun sektor pertanian di Kabupaten Luwu mengalami peningkatan dalam hal produksi. Jika sebelumnya, hasil pertanian seperti padi, hanya mampu menghasilkan 4 hingga 5 setengah ton per hektarnya, maka sejak 2009 hingga kini, hasil padi dapat mencapai 7 ton per hektarnya.

“Ini adalah komitmen kami untuk bagaimana dalam setiap tahun, hasil pertanian terus ditingkatkan produksinya. Meskipun masih di bawah dari Kabupaten Sidrap. Sebagai pemerintah daerah, kami juga tetap melakukan terobosan-terobosan di bidang pertanian karena sebaik dan sebagus apapun irigasi jika tidak disinkronkan dengan program-program lainnya, maka boleh dikata tidak ada artinya. Di sinilah dituntut inovasi dan kreasi dari pemerintah daerah,” jelas Mudzakkar.

Dalam acara tersebut, Mudzakkar menyaksikan penandatanganan MoU paket 16-A Pembangunan Bendung Suplesi Battang yang dilakukan antara  pihak PT Nindya Karya bersama PPK Irigasi Rawa I Balai Besar DAS Jenneberang. Sementara paket 18-A Pengembangan daerah irigasi Bajo dilakukan PT Adi Jaya Sacna Sarang Teknik dengan PPK Irigasi Rawa I Balai Besar DAS Jenneberang. (**)

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *