Perawat di Luwu Raya Dibekali Ilmu BTCLS

20140926_084047Luwu, SulSel–Guna meningkatkan kemampuan tenaga perawat dan menanggapi kegawatdaruratan termasuk dalam penanganan korban bencana, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Luwu, bekerjasama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Propinsi Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

Pelatihan yang baru pertama kali dilakukan di Luwu ini, dilaksanakan di Hotel Agro Wisata, Palopo, Jumat (26/9). Acara tersebut dibuka langsung Ketua HIPGABI SulSel, Ns.Abd.Rakhmat, S.Kep, M.Kes.

Dalam sambutannya, Rakhmat mengatakan pelatihan BTCLS merupakan pelatihan yang menyediakan suatu metoda yang dapat dipercaya dalam penanganan kasus trauma dan kegawatan jantung. Penangan ini dapat dilakukan seorang perawat dengan cara menilai kondisi pasien secara cepat dan teliti. Juga ada tindakan resusitasi dan stabilisasi pasien menurut prioritas dan menentukan tindakan jika kebutuhan pasien melebihi suatu kemampuan fasilitas.

“Dan yang terpenting adalah pastikan penangan yang diberikan itu secara optimal. Olehnya itu, kami sangat mengharapkan melalui pelatihan BTCLS ini, perawat dapat mempraktekan sesuai dengan prinsip penangan dan penilaian penderita. Menentukan managemen penanganan kasus trauma berdasarkan prioritas. Mulailah dengan managemen primary dan secondary survey yang mengacu kepada golden hour dalam penanganan kasus gawat darurat. Terapkanlah pengakajian fisik pada pasien multiple trauma sesuai dengan konsep yang diajarkan nantinya,” jelas Rakhmat.

Ditambahkan Rakhmat, pelatihan BTCLS ini menekankan, cedera dapat menyebabkan kematian dalam waktu cepat. Maka sangat penting menguasai konsep BTCLS secara maksimal.

Ketua Panitia Pelatihan BTCLS, Ns.Asriel Talaran, S.Kep dalam sambutan singkatnya mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dan diikuti sebanyak 44 orang yang terdiri dari para perawat rumah sakit Batara Guru, Belopa dan tenaga perawat di sejumlah puskesmas di Luwu. Ada pula tenaga perawat dari RSUD Lagaligo, Luwu Timur dan tenaga perawat RSUD Palopo.

“Antusias perawat mengikuti pelatihan ini cukup tinggi. Dari awal kami hanya target tenaga perawat di Luwu saja. Ternyata tenaga perawat dari luar banyak juga yang berminat. Dasar kami menggelar pelatihan ini sederhana saja, Luwu ini boleh dikata adalah daerah yang rawan bencana, termasuk masih tingginya angka kecalakaan lalu lintas dan tingginya angka kegawatan jantung seperti stroke dan lainnya. Mudahan-mudahan melalui pelatihan ini, penanganan kegawatdaruratan yang dilakukan perawat bisa lebih efektif dan cepat dalam penangannannya,” kata Asriel.

Adapun materi pelatihan menurut Asriel, meliputi sistim penanggulangan gawat darurat terpadu, pengelolaan airway, breathing dan circulation, bantuan hidup dasar, EKG, biomekanikal  trauma, initial assessment, trauma thoraks. Termasuk materi trauma abdomen, kapitis, spinal, musculoskeletal, termal dan penanganan keracunan dan gigitan binatang. (@)

Cakka Serahkan Dua Unit Bantuan Kapal Tangkap

Di dampingi Kepala Para penerima bantuan kapal tangkap yang diserahkan Cakka di dampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Suharjono M Anwar.

Luwu, Sulsel— Sebanyak 2 unit kapal tangkap nelayan, diserahkan Bupati Luwu, HA Mudzakkar kepada Kelompok Usaha Bersama ( KUB) Sumber Laut Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, dan KUB Air Pasang Desa Cimpu, Kecamatan Suli. Penyerahan bantuan ini diserahkan Cakka, sapaan akrab Mudzakkar di Muara Selatan Desa Cimpu Kecamatan Suli, Senin (27/1).

Cakka dalam kesempatan itu mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Luwu akan terus berupaya membantu dan mendorong setiap aktivitas nelayan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mereka. “Hari ini kami serahkan dua unit kapal tangkap berkapasitas 18 GT, melaui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu. Saya berharap bantuan ini bisa mendorong kesejahteraan nelayan di Luwu disamping bantuan-bantuan lain di bidang perikanan kelautan yang sudah kita berikan. Bantuan ini akan terus berlanjut,” kata Cakka.

Kepada kelompok penerima, Cakka menitip pesan kiranya bantuan yang diberikan pemerintah, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para nelayan dan dapat dijaga keberlangsungannya. “Bantuan kapal ini kita datangkan dari pemerintah pusat tidak dengan mudah, melainkan dengan usaha yang kuat dari dinas kelautan dan perikanan Luwu. Semua ini demi masyarakat atau kaum nelayan di daerah kita. Manfaatkan bantuan ini seoptimal mungkin dan mohon dijaga dengan baik agar tidak mudah rusak,” tutur Cakka.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Luwu, Ir Suharjono M Anwar, MSi, disaksikan unsur muspida dan anggota DPRD Luwu. Juga hadir Ketua TP-PKK Luwu, Hj Andi Tenrikarta Mudzakkar yang juga memberikan bantuan berupa alat pembuatan abon ikan kepada kelompok perempuan Desa Cimpu. (@)

Dispenda SulSel UPTD Wilayah Luwu Sosialisasi Pajak

Kepala UPTD Wilayah Luwu Dispenda SulSel, Rosnidawati dan Kanit Regident Polres Luwu, Aiptu Ahmat tampil sebagai narasumber sosialisasi pajak daerah.

Kepala UPTD Wilayah Luwu Dispenda SulSel, Rosnidawati dan Kanit Regident Polres Luwu, Aiptu Ahmat tampil sebagai narasumber sosialisasi pajak daerah.

Luwu, SulSel–Sekitar 100 orang peserta menghadiri acara sosialisasi pajak daerah, yang dilaksanakan  Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan UPTD Wilayah Luwu. Acara yang dilaksanakan di Wisma Subur, Belopa, Kamis (5/12) pagi tadi, menghadirkan nara sumber Kepala UPTD Wilayah Luwu, Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan, HJ Rosnidawati SE MM dan Kepala Unit Regident Polres Luwu, Aiptu Ahmad.

Dalam pemaparannya, Rosnidawati menjelaskan seputar pajak daerah yang terdiri dari pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan serta pajak rokok. “ Pajak daerah yang selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa,  berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Itu dulu yang perlu kita pahami sebelum masuk pada item-item pajak daerah,” kata Rosnidawati.

Dijelaskan Rosnidawati, pajak kendaraan bermotor adalah pajak atas kepemilikan penguasaan kendaraan bermotor. Dimana tarifnya telah diatur. Untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama, paling rendah sebesar 1,5 persen. Sedangkan untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya, tarif dapat ditetapkan secara progresif, yang mencapai 2,5 persen, ketiga 3,5 persen keempat  4,5 persen dan kelima sampai seterusnya 5,5%.

Pula lanjut Rosnidawati, tarif pajak kendaraan bermotor angkutan umum sebesar 1 persen. Untuk kendaraan ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan, pemerintah/TNI/POLRI, pemerintah daerah, dan kendaraan lain yang ditetapkan dengan peraturan daerah, ditetapkan sebesar 0,5  persen. Dan tarif pajak kendaraan bermotor seperti alat-alat berat dan alat-alat besar ditetapkan sebesar 0,2 persen. “Inilah yang mesti diketahui masyarakat, minimal semua kita yang hadir di sini bisa menjelaskan semuanya kepada mereka,” terangnya.

Mengenai objek pajak air permukaan lanjut Rosnidawati, adalah pajak  atas pengambilan atau pemanfaatan semua air yang terdapat pada permukaan  tanah. Tapi tidak termasuk air laut, baik yang ada di laut maupun di darat.

“Ini ada pengecualian. Yang tidak dikenakan pajak seperti, pengambilan dan / atau pemanfaatan air permukaan untuk keperluan dasar rumah tangga, pengairan pertanian dan perikanan rakyat, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan peraturan perundang-undangan dan yang ditetapkan dalam peraturan daerah,” jelas Rosnidawati.

Acara yang akan berlangsung selama dua hari itu, nampak terlihat antusias peserta untuk menyimak serius seluruh pemaparan soal pajak daerah. Terbukti, dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta kepada narasumber mengenai objek seputar pajak daerah. (@)